Rabu, 24 Agustus 2011

Mencoba hal baru......



meski aku nggak ngerti......
sama sekali bahkan....
tapi kan kucoba selalu...
tanpa arahan, tanpa tujuan dan tanpa keinginan
yang ada hanya sebuah kemajuan dan kemengertian....
entah kapan.....

Senin, 22 Agustus 2011


Sesungguhnya mencari kekayaan adalah perkara yang disyariatkan dalam Islam. Akan menjadi WAJIB jikalau untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarga daripada menjadi peminta-minta, akan menjadi SUNNAH, apabila mendapatkan penghasilan itu untuk memberikan tambahan nafkahnya dan nafkah keluarganya ato dengan tujuan membantu ato melapangkan fakir miskin, yatim piatu, memberi hadiah (balasan) kepada kerabat, menyambung silahturahmi, mencari penghasilan dengan cara ini lebih utama hanya untuk mengisi waktu dan beribadah semata niatnya.
MUBAH, mencari kekayaan dengan memberikan tambahan harta hanya untuk pamer, berhias yang tidak ada aturan hukumnya. MAKRUH, yaitu mengumpulkan harta untuk agar bisa megah-megah, berbangga-bangga, bersombong ria dan bersenang-senang yang melampaui batas walau yang dicari adalah harta yang halal, adapun sabda Rasulullah SAW, “ Barangsiapa yang mencari dunia yang halal untuk bermegah-megah, berbangga-bangga dan riya’ maka ia akan bertemu dengan Allah SWT sedangkan Allah SWT murka kepadanya” Naudzubillah….HARAM, manakala harta yang dicari dengan cara haram seperti riba, suap, korupsi, manipulasi dan sebagainya…
Harta adalah segala sesuatu yang dimiliki seseorang, mempunyai nilai dan dimanfaatkan olehnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sikap Islam terhadap harta menurut Syeikh Yusuf Al Qaradhawi, merupakan bagian dari sikap terhadap kehidupan dunia. Sikap Islam terhadap dunia adalah sikap pertengahan yang seimbang. Islam tidak memihak terhadap orang-orang yang menolak kehidupan dunia secara keseluruhan. Banyak yang harus menolak dunia dengan cara yang kasar/keras karena beranggapan dunia adalah tempat yang kotor dan harus dibersihkan bahkan segera dilenyapkan, maka penganut ini pada akhirnya menolak perkawinan, menolak mempunyai keturunan dan berpaling terhadap hal-hal yang baik tentang dunia. Mereka ‘aras-arasen’ sehingga hidup jadi tidak atau kurang bermakna terhadap orang lain malahan cenderung untuk berlaku aniaya terhadap diri sendiri, pakaian, minuman, makanan ala kadar tidak memenuhi standar yang layak apalagi sehat. Islam juga menolak ajaran atau perilaku cinta dunia yang berlebihan, yang beranggapan dunia adalah segala-galanya sehingga diperbudak oleh harta, mereka beranggapan tidak ada kehidupan lagi selain dunia ini.
 Harta merupakan sarana untuk mencapai kebaikan. Harta tidak selamanya menjadi petaka bagi pemiliknya dan bukan pula dari pemberian arwah-arwah buruk seperti anggapan sebagian ahli agama. Harta dalam pandangan Islam menduduki posisi yang penting tergantung bagaimana menyikapinya. Dengan harta itu, diharapkan untuk dapat beribadah dengan sempurna, misal zakat, haji atau jihad. Dengan harta bisa digunakan untuk membayar hutang, bisa juga untuk mengentas kemiskinan dengan sedekah, memberdayakan mereka yang papa, mengangkat mereka yang terpinggirkan secara ekonomi dan memuliakan mereka yang terhina secara fisik. Dalam QS. Al Ahzab: 10 “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan cari karunia Allah”  dan QS. Al Mulk: 15: “Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezekiNya”
Maka gak ada jalan lain, orang Islam harus kaya, tidak ada sekedar kaya harta tetapi juga kaya hati yang tidak hanya sekedar kaya karena negeri yang diberkati kekayaan yang luar biasa tetapi juga karena kerja keras dan cerdas.

Minggu, 21 Agustus 2011

JINTEN HITAM



Kesehatan adalah harta yang paling mahal, yang harus kita syukuri karena dengan sehat kita bisa melakukan banyak hal yang berguna termasuk yang jelek juga....
Salah satunya dengan mengkonsumsi jinten hitam ato Habbatussauda'. Rasulullah Shallahu Alaihi Wasallam bersabda "Sesungguhnya di dalam Habbatussauda' terdapat penyembuh bagi segala penyakit kecuali kematian (Al-Sam)"
Selama ini belum ditemukan efek samping dari jinten hitam ini, mungkin dikarena obat ini atau suplemen ini berasal dari tumbuh-tumbuhan, kebanyakan obat atau suplemen sangat jarang atau tidak ada efek samping. Kami mencoba untuk memberikan alternatif mendapatkan kesehatan dengan menawarkan produk jinten hitam ini. http://id.wikipedia.org/wiki/Jintan_hitam

 

Adapun produk yang kami punya adalah:
1. Kapsul Serbuk Hitam isi 200 kapsul merk SYUNIZ dengan harga Rp. 40.000,-
2. Kapsul Serbuk Hitam isi 60 kapsul merk SYUNIZ dengan harga Rp. 24.000,-
3. Kapsul Minyak isi 50 kapsul merk SYUNIZ dengan harga Rp. 30.000,-
4. Minyak Jinten merk Aswad 320ml dengan harga Rp. 30.000,-

Minyak Jinten
Bisa menghubungi dengan Ibu Nuril 031599.5002 jam kerja d/a Karang Menjangan 2/11D Surabaya 60285

Bunga Jinten
Produk ini halal dan terpercaya dengan sertifikasi LPPOM MUI no. 07130008670410 dan terdaftar di BPOM sejak tahun 2005 dengan izin edar Nomor TR: 053 345 711
Merk SYUNIZ ini juga teklah didaftarkan ke Dirjen Hak Kekayaan Intelektual dengan Nomor IDM : 000086487

Merdekakah kita...????

Setiap tanggal 17 Agustus kita semua, seluruh lapisan masyarakat merayakan kemerdekaan meskipun kita sendiri masih belum tahu pasti ngerti merdeka itu apa, merdeka dari apa.....memasang bendera didepan rumah (halaman), yang kita tahu hanya ada upacara bendera disetiap sekolah, instansi pemerintah (bukan swasta). Kemerdekaan itu selalu bersumber dari apa untuk apa, apakah kita bisa menikmati kemerdekaan....padahal masih saja biaya sekolah mahal, kesehatan mahal, sembako mahal....trus yang merdeka itu siapa dong.....yang bisa memaknai ato yang bisa merasakan kongkritnya kemerdekaan itu hanyalah napi (narapidana)...lo kok bisa.....iya la...setiap kali tanggal 17 Agustus, setiap napi mendapat remisi, entah itu 1 hari, 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan bahkan mungkin bisa bebas.....nah lo..... Sekarang ini, adakah kemerdekaan buat kita, rakyat kecil (miskin) dalam arti yang kongkrit???? rasanya merdeka itu hanyalah pernyataan bukanlah sikap ato kehidupan kita....hidup mapan jadi susah, semakin susah...pembagian ato pemerataan kesejahteraan hidup tidaklah merata....yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin....sungguh ironis negeri ini....negara kaya tetapi rakyatnya masih ada yang makan nasi aking, pake' koteka....kita mencari hidup saja harus keluar negeri jadi TKI….ujung-ujungnya jadi babu disana….maaf beribu-ribu maaf…maaf lahir batin…apakah tidak ada cara yang lebih baik untuk mencari kehidupan saja harus jadi TKI, padahal Indonesia kaya raya….gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerto raharja…..siapa yang bersalah ato siapa yang harus disalahkan….???? Setiap kali ada sembako gratis atau sembako murah pastilah “pesertanya” membludak, sampai-sampai ada yang rela berpanas-panas ria, terinjak-injak bahkan jatuh korban….sebegitu miskinnya saudara-saudara kita….ironis sekaligus miris…..harusnya para pemimpin atau para elit kita tahu dan sadar bahwa ini lo…potret rakyat kita, kemiskinan masih tidak banyak berkurang bahkan rasa-rasanya makin banyak saja meski secara data statistik bahwa kemiskinan “hanya” 12% turun dari sebelumnya 15% di tahun sebelumnya…. Harusnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa tanpa terkecuali…sedangkan para anggota dewan yang nota bene wakil rakyat, hidup bergelimang uang, fasilitas, masih saja korupsi….ada apa ini…. Kemerdekaan harus menjadi milik kita semua bukanlah segelintir orang….semua berhak untuk itu…para elit politik, para intelektual harus bertanggung jawab terhapa kemiskinan rakyat ini, jangan hanya diam atau pura-pura tidak tahu, hanya menikmati merdeka sendiri tanpa peduli orang lain….sebaik-baiknya orang adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain….kemarin, kita boleh kurang baik tetapi hari esok harus lebih baik….M.E.R.D.E.K.A……….

Withdraw Funds

Withdraw Funds